Konser Coldplay, Memahami Antusiasme Menyambut Chris Martin dan Kawan-kawan
Konser Coldplay, Memahami Antusiasme Menyambut Chris Martin dan Kawan-kawan
Band Coldplay dijadwalkan akan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 15 November 2023 mendatang. Perhelatan yang menjadi bagian dari ”Music of the Spheres World Tour” tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan Coldplay di Indonesia.
Kedatangan band kelas dunia ini seakan menjadi kulminasi dari penantian panjang para penggemarnya di Indonesia. Wajar saja, sudah beberapa kali Coldplay diisukan akan memasukkan Indonesia sebagai lokasi konser, tetapi akhirnya hanya menjadi wacana belaka.
Tak pelak, konfirmasi resmi kunjungan Coldplay ke Indonesia menjadi kejutan luar biasa bagi banyak orang. Alhasil, obrolan tentang Coldplay merebut lampu sorot perbincangan di jagat maya. Mereka mengalahkan percakapan terkait isu panas lainnya, seperti kunjungan Presiden Jokowi ke Lampung, kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa, SEA Games Kamboja, dan KTT ke-42 ASEAN.
Litbang Kompas mengamati fenomena ”demam” Coldplay ini selama satu pekan (14-20 Mei 2023) melalui aplikasi Talkwalker dengan kata kunci ”Coldplay” dan saringan lokasi ”Indonesia”. Hasilnya, terdapat 283.804 percakapan dan 2,26 juta interaksi di antara warganet dari berbagai kanal medsos dan pemberitaan media massa digital.
Interaksi warganet tersebut mengalami peningkatan dari pekan sebelumnya. Dari pantauan yang sama, sepanjang 7-14 Mei 2023terdapat 1,9 juta engagement terkait ”Coldplay” di media sosial. Hangatnya publik menyambut kedatangan Coldplay dapat dilihat dari sentimen percakapan yang cenderung positif, seperti bersyukur, senang, dan antusias.
Namun, ada pula yang merespons kedatangan Coldplay dengan kecurigaan akan banyak terjadi kasus penipuan akibat maraknya praktik calo tiket. Belakangan muncul pula pernyataan menolak kedatangan Coldplay karena tuduhan mendukung LGBTQ dan ateisme.
Dalam satu pekan terakhir (14-20 Mei 2023), puncak pencarian dan percakapan seputar Coldplay terjadi pada 17 Mei 2023 pukul 10.00-11.00. Tingginya interaksi pada saat itu tidak terlepas dari dimulainya penjualan tiket presale konser band Coldplay Music of The Spheres tersebut. Sontak informasi seputar tiket presale ini diserbu rasa penasaran dan antusias warganet.
Informasi seputar kedatangan band Coldpaly dan penjualan tiket, memang mendominasi pencarian dan percakapan terkait Coldplay di media sosial. Hal ini juga tergambar dari interaksi warganet pada pekan sebelumnya (7-14 Mei 2023).
Obrolan mengenai Coldplay mengalami puncaknya pada 9 Mei 2023 pukul 10.00-11.00 WIB. Momen tersebut bertepatan dengan waktu pengumuman resmi kedatangan Coldplay ke Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut, terjadi 10.400 percakapan di media sosial dan pemberitaan media daring.
Masifnya penyebaran kabar kedatangan Coldplay tak lepas dari banyaknya akun media, pemengaruh, dan artis yang memberitakan ulang atau memberikan tanggapan. Selain itu, kanal-kanal media massa daring juga tak menyia-nyiakan waktu untuk merilis berita berisi informasi jadwal, harga tiket, dan informasi seputar Coldplay.
Melihat meriahnya sambutan yang diberikan publik, wajar apabila ada yang bertanya apa yang menyebabkan Coldplay mampu meraih perhatian sedemikian besar ini. Dari beberapa alasan, ketenaran band ini merupakan yang utama. Band yang dipunggawai Chris Martin sebagai vokalis dan pianis, Johnny Buckland sebagai gitaris, Guy Berryman sebagai bassist, dan Will Champion sebagai drummer memang dapat dikatakan sebagai salah satu band legendaris yang masih eksis hingga sekarang.
Coldplay telah terbentuk sejak tahun 1996. Artinya, jejak karier mereka telah membentang selama hampir 27 tahun. Band yang sebelumnya sempat bernama ”Starfish” ini disebut-sebut sebagai salah satu ikon brit-pop era 1990-an, bersama dengan Radiohead, Oasis, dan The Verse. Berita Kompas pada 11 Oktober 2002 menyebutkan Coldplay menarik ceruk penggemar musik dengan menawarkan kesederhanaan yang manis, nyaman di kuping banyak orang, tetapi tidak kacangan dan tetap mempertahankan kesan monoton khas brit-pop.
Sepanjang karier mereka berkarya, Coldplay telah memproduksi sebanyak 226 lagu dan sembilan album studio. Beberapa rilis yang sempat lama bertengger di Billboard Hot 100 adalah Viva la Vida, Something Just Like This, Paradise, Sky Full of Stars, dan Hymn for the Weekend. Album mereka pun juga laris manis di pasaran, dengan terjual sebanyak lebih 100 juta kopi di seluruh dunia.
Di ranah digital, Coldplay termasuk salah satu musisi populer. Hingga 15 Mei 2023, mereka tercatat memiliki 65,1 juta pendengar bulanan di Spotify. Jumlah ini merupakan terbanyak ke-15 secara global dan pertama terbanyak sepanjang sejarah untuk kelompok band, mengalahkan Maroon 5, Imagine Dragoons, dan OneRepublic. Di samping itu, band yang berkomitmen menyumbangkan 10 persen pendapatannya untuk kegiatan amal ini juga merupakan kelompok band pertama yang mampu menembus 1 miliar streams di Spotify.
penulis : Yurika Patricia
Komentar
Posting Komentar